Add This...^^d!!

RSS

Sabtu, Maret 06, 2010

Assalamu’alaykum pak siput...(:

Sore kemarin perasaan saya sesungguhnya biasa saja, sedikit melankolis bahkan, namun tiba-tiba saya teringat bahwa saya belum mengucap nama Allah dalam perjalanan pulang menuju kosan.

Bismillah, dengan menyebut namaMu ya Allah…


Lalu saya berpikir sendiri, saya telah menyebut nama Allah dalam perjalanan ini, maka saya lihat kedua kaki di ba sesaat, kaki ini berjalan dengan namaMu ya Rabb…Mau saya bawa ke mana kaki yang dipersembahkan atas namaNya ini? Ke kosan?

Ya. Ke kosan, namun karena Allah..


Segala sesuatu yang saya lewati entah mengapa jadi terasa saaaangaaat indahh. Hati pun terasa jadih lebih cerah, senandung ringan terlontar dari bibir, rintik hujan pun membalut mesra dedaunan hijau di lingkungan Unpad, dan, ah, apa itu?

Pak siput! Ada siput besar di antara tangga yang terlihat saat ingin melewati Fisip menuju Sastra (Karena memang itulah rute saya sebelum pulang ke kosan...:D). Siput itu pada awalnya membuat saya merasa agak ingin menjaga jarak.

Tapi hei! Atas dasar apa saya menjauhinya? Lihatlah gerakannya yang sangat perlahan namun pasti itu. Bukankah dalam keperlahanannya itu dia pun berjalan dengan nama Allah? Bukankah alam dan malaikat senantiasa selalu berzikir menyebut asma Allah? Bukankah itu tadi hal yang juga ingin saya coba lakukan?

“Assalamu’alaykum pak siput…(:!!”, ujar saya sambil melewatinya, senang, karena merasa ada teman seperjuangan (hihi, siput adalah teman saya^^!!)

Senyum. Itulah hal yang kulakukan ketika saya melihat dua anak kecil muslim yang mengenakan pakaian koko, sepertinya mereka baru selesai mengaji. Bukankah mereka pun berusaha menyebut nama Allah?

“Haloooooooooooo, assalamu’alaykumm…”

Yang satu tersenyum malu-malu, yang satunya sudah berlalu lebih dahulu, namun setelah anak-anak itu melewatiku, terdengar bisik-bisik lucu di antara mereka,


“Siapa itu?”

“Gak tau”

“Tanya dongg..”

“Gak tauuuu, gak kenal”

“Yeee…makannya tanya dongg..”

Hihi, dasar bocahh, apa tadi pak siput juga berpikir seperti itu yaaaa…d;??


Ah, tampaknya tidak, manusia—bahkan anak kecil sekalipun—memang terkadang berpikir terlalu rumit, kenapa kita harus mengenal seseorang terlebih dahulu kalau kita ingin mengucap salam kepadanya??


Padahal, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas Radhiallahu Anhu, "Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."

Kalau tidak salah ada juga sabda beliau—gak tau diriwayatkan oleh siapa—yang kurang lebih begini: “Tidak beriman seseorang diantaramu hingga ia mencintai saudaranya melebihi dirinya sendiri. Dan maukah kalian kuberitahu bagaimana cara agar dapat saling mencintai diantara kalian? Tebarkanlah salam”


Salam. Kasih. Cinta. Iman. Mereka adalah suatu kesatuan yang saling memunculkan satu sama lain, sebagaimana ucapan seseorang:

“Jika iman adalah salju maka cinta adalah dinginnya. Karena rasa pertama dari iman adalah cinta. Sehingga semakin beriman seseorang, semakin penuh kasih ia”

Karenanya saling mengasihilah karena Allah.

Kasihilah saudara kita sesama makhluk ciptaan Allah.

Tebarkanlah salam kepada siapapun, atau bahkan apapun, karena memberi salam kepada pak siput atau mungkin bu rumput adalah salam kepada alam, dan mencintai alam adalah mencintai sang pencipta alam…(:

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, Januari 22, 2010

find the way

Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya;
bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
_Al Qur'anulkarim, Al Fatihah ayat 6 dan 7_







 Persepsi, baik yang keluar dalam diri maupun yang dilihat dari diri kita adalah buah dari sebuah rumusan universal sederhana:

k  Pengetahuan + Kepribadian = Persepsi

dengan k adalah konstanta yang menunjukkan banyak-sedikitnya pengetahuan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu

Begitupun dengan islam, agama universal yang, dalam penerapannya membutuhkan sebuah pencarian nurani demi menemukan jalan menuju taman surga. Berbagai persepsi akan tercipta dalam diri terhadap islam, pengertiannya, penerapannya, tujuannya, dan kelengkapan lainnya. Persepsi yang tercipta tentu sebanding dengan besarnya pengetahuan tentang islam dan juga jenis kepribadian seperti apa yang kita miliki.
Lantas bagaimana menciptakan sebuah persepsi yang benar mengenai islam?
Tentu saja jawabannya adalah dengan menyesuaikannya terhadap besarnya rasa haus akan ilmu keislaman dalam diri serta menciptakan kepribadian diri yang terbaik.
Teorinya tidaklah sulit, cukup mempelajari apa yang rasulullah salallahu 'alaihi wa salam lakukan, dan meneladaninya. Sehingga setidaknya kepribadian diri yang tercipta pun adalah kepribadian yang mendekati nabiyullah, sang kekasih Allah. Karena sungguh, siapakah suri tauladan yang lebih baik dari beliau?

Muhammad salallahu 'alaihi wa salam, apa yang ia lakukan adalah apa yang ia pelajari langsung dari Allah, Al-Waasi'. Nafasnya adalah Al-Qur'an, hidupnya dipersembahkan demi menegakkan agama Allah. Ia lah manusia yang paling sempurna dari manusia terbaik lainnya. Karenanya, siapakah suri tauladan yang lebih baik dari beliau?
Magnet Muhammad. Adakah kekuatan yang lebih dahsyat dari daya tarik memukau yang beliau miliki? Bahkan Michael H. Hart pun menempatkannya dalam urutan teratas dalam tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia dalam bukunya yang berjudul THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTAL PERSONS IN HISTORY.

Sekarang beliau telah tiada. Namun beliau pernah berkata bahwa suatu saat nanti akan lahir umat terbaik dari segala umat yang pernah ada, yaitu umat yang mencintai Allah dan rasulullah walaupun tidak pernah bertemu dengan beliau, itulah umat yang lahir ketika beliau telah tiada.
Kitakah?

Bagaimana caranya menjadi umat yang bahagia itu? Umat yang dirindukan dan didamba surga Allah.
Bagaimana?

Semua itu butuh pencarian. Semua itu butuh perjuangan. Berjuang untuk menghasilkan persepsi islam yang benar bisa dilakukan dengan belajar dan terus mempelajari kebenaran dalam islam, dan kuncinya adalah belajar tanpa henti.

Lantas bagaimana caranya menciptakan kepribadian terbaik dalam diri? Bagaimana caranya agar kita mampu meniru, atau setidaknya menyerupai...rasulullah?
Bagaimana?

Kesempatan adalah kuncinya, mencari kesempatan atau menciptakan kesempatan untuk mampu mengikuti jejak rasulullah bukanlah hal yang sulit dilakukan jikalau kita memang mau mencobanya. Fasilitas demi fasilitas terbentang, seandainya kita mau mencari tahu.
Organisasi keislaman adalah salah satu kesempatan yang tercipta. Karena di sana terdapat sekelompok orang dengan tujuan yang sama, meraih ridha Allah, menempuh jalan orang yang Allah karuniakan nikmat kepadanya. Jalan yang lurus, sebagaimana yang selalu kita inginkan tatkala terucap dari bibir kita tatkala membacakan surat Al-Fatihah ketika menghadap kepadaNya dengan penghambaan terbesar ketika melakukan sholat lima waktu setiap hari
            Ya, organisasi keislaman, di mana terdapat sekelompok manusia yang saling mencintai dan mendukung karena Allah, dalam sebuah pencarian yang sama, dan dengan niat tulus yang akan saling menguatkan tatkala melemah dan mengokohkan tatkala goyah. Itulah kekuatan indah dari organisasi keislaman, apapun itu, termasuk DKM Asy-SyifAa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran...(:



Nestri, 17 Januari 2010
dalam sebuah perenungan diri

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, Januari 14, 2010

Berat tuk dilepas, meski letih kurasa…

MedIs atau Medical Islam adalah salah satu divisi dalam DKM Asy-SyifAa Fakultas Kedokteran Unpad

MedIs sendiri bergerak dalam bidang dakwah yang berkaitan dengan kedokteran islam, dimana dengan background kerja MedIs yang berdasarkan pada kajian, MedIs tentu saja akan berkaitan dengan pengkajian islam terkait dengan bidang kedokteran, dan kemudian berbagi informasi penuh makna tersebut kepada sesama muslim lain. Sebuah jalan dakwah yang sangat Subhanallah, begitu pikir saya ketika akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dalam jalan ini

Manusia tidak bisa hidup sendiri, begitupun saya. Sudah 2 tahun kepengurusan saya berada dalam divisi ini. Tahun pertama cukuplah saya hanya sebagai pengamat dan pembelajar yang mengamati gerak dan arah kerja MedIs yang 'seharusnya', tapi justru karena pemikiran seperti itulah maka yang saya dapatkan sampai akhir kepengurusan di tahun pertama pun hanya sekedar tahu MedIs seharusnya seperti apa.

Sehingga di akhir tahun pertama dan menuju awal tahun kedua saya sempat goyah untuk keluar dari naungan DKM, karena pada saat yang sama saya masih belum merasakan feel MedIs terikat pada hati saya, Kalau tidak tetap di MedIs, lantas untuk alasan apa lagi saya bertahan di DKM? Begitu pikir saya saat itu

Tapi entah mengapa hati ini terasa berat, hati nurani saya seolah berteriak, saya belum melakukan apa-apa!! Ya. SAYA-BELUM-MELAKUKAN-APA-APA!! Belum untuk DKM AsySyifAa. Belum untuk MedIs. Hingga akhirnya ada suatu event besar yang diadakan dan hanya bisa diikuti oleh anggota DKM AsySyifAa, yaitu pelatihan TMA (Tim Medis AsySyifAa), Kata 'Medis' dalam tim ini adalah 'Medis' yang berkaitan dengan keperluan-keperluan Medis seperti kegiatan Balai Pengobatan, Khitan, maupun bantuan medis lainnya

Tertarik bergabung? Sebenarnya tidak juga, meskipun banyak orang yang rela bergabung dengan DKM AsySyifAa dan hanya menjadi anggota 'bayangan' demi memenuhi syarat dan mendapat 1 tiket untuk ikut bergabung dengan Tim Medis ini. Entah mengapa saya merasa bahwa seolah event ini berkata pada diri saya untuk tidak keluar dari DKM, dan itu artinya tentu saja tetap bertahan dalam divisi MedIs DKM AsySyifAa

Tapi sekali lagi, manusia tidak bisa hidup sendiri, begitupun saya

Meski tekad saya sudah sangat bulat untuk tetap bertahan dalam MedIs. Meski 100% adalah angka yang meluncur keluar dari mulut saya ketika Yasser, sang ketua MedIs baru saat itu, bertanya mengenai seberapa yakin saya dengan keberadaan diri dalam MedIs. Meski banyak impian yang ingin saya torehkan bersama rekan MedIs lainnya dalam tahun itu. Meski banyak agenda-agenda kecil yang indah yang terangkai untuk dilaksanakan bersama.

Namun…ketika saat ini saya bertanya pada diri sendiri apa yang saat ini telah MedIs berikan? Tapi tunggu! Mungkin lebih tepatnya apa yang telah SAYA berikan? Apa saja yang telah saya lakukan?? Masya Allah, saya lagi-lagi telah lengah, membiarkan jiwa MedIs saya menguap dalam diam.

Padahal, bukankah pengkerdilan terkejam adalah membiarkan pikiran cemerlang diam dalam tubuh yang malas??

Saya punya banyak impian untuk Medis, begitupun (saya yakin) dengan rekan MedIs lainnya yang itulah mengapa menjadi alasan kehadiran kita dalam pertemuan dalam satu divisi ini, Medis

Itulah akhir perenungan saya di akhir masa kepengurusan tahun kedua saya berada di MedIs ini, ingin menangis rasanya, ampuni aku ya Ghaffaar, ampuni hamba yang lalai ini

--------------



Berhenti. Keluar dari DKM. Itulah lagi-lagi pikiran yang sama keluar dari benak saya kali ini, menjelang kepengurusan tahun ketiga saya (jikalau saya masih mau meneruskan keberadaan saya di MedIs)

Tapi itulah, manusia tidak bisa hidup sendiri, begitupun saya

Letih, saya letih berada dalam MedIs, dalam kesendirian yang mengiris hati, dalam diam di tengah pikiran cemerlang diri

Padahal semestinya saya tidak boleh letih, walau dua tahun yang telah saya lewati seolah tanpa hasil, seolah tanpa makna. Karena sengguhnya bukan usaha saya tidak ada hasil. Tapi usaha saya belum cukup, dan tak akan pernah cukup, karena ibadah yang baik adalah yang meski dilakukan sedikit tapi kontinyu

Semestinya letih tak boleh terlintas dalam diri ini, meski dua tahun ini telah terlewati, bahkan meski lima atau sepuluh tahun mendatang hidup saya

Semestinya….

Dan lagi-lagi ada suatu kejadian yang seolah menunjukan jalan pada saya untuk tidak keluar dari kesempatan luar biasa dan bertahan lagi dalam MedIs, bukan TMA (meski kemarin saya gagal masuk, dan saya memang berniat mengulangi pelatihan untuk masuk tim ini, tapi bukan untuk bergabung, karena saat ini bahkan tidak terpikir sama sekali untuk menjadi bagian dari tim Medis, karena saya hanya ingin mengikuti pelatihannya saja, berhubung pelatihannya sangat menyenangkan^^)



---------


Kali ini, lagi, saya memiliki banyak impian untuk saya goreskan dalam perjalanan dakwah ini, bersama MedIs. Karena ya…saya akan tetap bertahan di sini, dalam kesempatan indah yang Allah karuniakan pada saya, MedIs

Dan manusia TAK AKAN pernah bisa hidup sendiri, begitupun saya

Sehingga kali ini saya tak pula akan membiarkan pikiran cemerlang ini diam dan mengendap dalam diri, karena saya tak sendiri, saya memiliki rekan MedIs lainnya, yang mungkin juga memiliki pikiran cemerlang yang pula terdiam dan berhenti dalam tubuh yang sendiri

Karena saya tak sendiri….

Karena kita akan bersama…

Menggores catatan perjalanan…

Meniti jalan dakwah…

Dan tak akan pernah berhenti, meski nanti MedIs bukan lagi jalan dipilih..

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, Desember 12, 2009

Peraih Nobel Fisologi dan Kedokteran, Daya Tarik Magis untuk Sebuah Motivasi Luar biasa






            "Anak yang sangat baik, tapi bakatnya sangat kurang dan tidak bertenaga"

            Itulah yang dilontarkan oleh rektor tempat Niels Ryberg Finsen bersekolah sebagai lukisan dirinya, terutama karena semasa sekolah ia kerap diolok teman-temannya


            "…bakatnya sangat kurang…" ??
            Ia orang ketiga yang berhasil meraih penghargaan di bidang fisiologi dan kedokteran. Nobel, siapa yang tidak pernah mendengar penghargaan bergengsi yang didedikasikan oleh Alfred Benhard Nobel khusus untuk mereka yang, sepanjang tahun sebelumnya, telah memberikan jasa besar bagi umat manusia?
            Ya, penghargaan luar biasa inilah yang menjadi bukti bahwa Niels Ryberg Finsen adalah seorang penemu berbakat! Bahkan hasil penelitiannya diakui sebagai penemuan penting bagi dunia kedokteran


            "…tidak bertenaga…" ??
            Sejak usia 23 tahun—bahkan mungkin 7 tahun sebelumnya—Finsen menderita penyakit pick, yakni penyakit yang memacu penebalan jaringan penghubung pada selaput-selaput tertentu pada jantung, hati, dan limpa, sehingga menghalangi fungsi organ-organ tersebut
            Namun bahkan penderitannya yang diperparah juga dengan anemia dan kelelahan justru banyak berperan pada permulaan penelitian luar biasa yang ia lakukan. Sinar matahari yang dirasa mampu menyebabkan keadaan yang lebih baik bagi kesehatannya, mendasari penemuannya mengenai penyembuhan beberapa penyakit seperti cacar, TBC, lupus vulgaris, dan berbagai penyakit kulit lain dengan menggunakan metode penyembuhan sinar, baik menggunakan sinar matahari maupun sinar kimiawi lainnya
            Ide-ide mengalir tanpa henti dalam benaknya, kesehatan yang memburuk seolah tak mampu menahan gelora kemauan diri untuk terus meneliti. Bahkan meski tubuhnya harus tertahan dalam sokongan kursi roda ketika ia menerima penghargaan nobel, ia justru semakin berperan dalam kemajuan institut yang ia dirikan, dan ide-idenya pun tetap tak berhenti mengalir
            Tahun terakhir hidupnya pun tetap tak terlepas dari karya. Diet garam yang ia lakukan demi kesehatan lagi-lagi membuahkan sebuah ide dan menuntunnya untuk menulis laporannya yang terakhir, sebuah studi lengkap mengenai En Ophobning of Salt (Penimbunan Garam pada Organisme) yang ia tulis pada tahun 1904, di tahun yang sama ketika ia meninggal dunia karena penyakitnya

            Jadi, benarkah ia tidak bertenaga??
            Salah! Ia justru berkarya!!


Sebuah Inspirasi
            Pengamen di perempatan jalan, pelajar sekolah, anda, saudara saya, dan bahkan saya sendiri tentu tak pantas merendahkan diri mengingat kisah luar biasa dari seorang Finsen

            Orang lain boleh menatap kita dengan sebelah mata, tapi jangan biarkan tatapan mata itu muncul dari diri kita sendiri terutama ketika kita sedang menatap cermin!
            Jangan! Sama sekali jangan!

            Bayangan yang terpantul di cermin itu mungkin saja sering diolok

            Bayangan yang terpantul di cermin itu mungkin saja diragukan orang lain

            Bayangan yang terpantul di cermin itu mungkin saja memiliki halangan fisik maupun kesehatan untuk berkarya

            Tapi, bayangan yang terpantul di cermin itu mampu! Andai saja ia memang mau

            Cukuplah dengan usaha dan kemauan yang kuat dalam diri. Mengenai persepsi orang lain pada kita, jadikan yang positif sebagai tambahan motivasi, sedangkan yang negatif sebagai cambuk diri—dan bukan pembunuh kreasi



Karena kita pun hebat, dan bisa lebih hebat lagi…




[+/-] Selengkapnya...

Kamis, Agustus 13, 2009

Gak ada uang Gak ada kuliah


Gak ada uang Gak ada kuliah, benarkah?

Hari ini, Rabu 12 Agustus 2008, saya mengikuti FKL (Forum Ketua Lembaga) yang diadakan oleh Departermen Dalam Negeri BEM Unpad.

Di mana agenda dalam forum tadi adalah membahas mengenai penangguhan maupun pembebasan biaya yang diajukan terhadap biaya regristrasi calon mahasiswa baru 2009 di Unpad yang sekarang ini sedang sibuk-sibuknya melakukan regristrasi ulang.

Apakah ada yang butuh bantuan?

Adakah yang mengajukan permohonan penangguhan pembayaran?

Atau…Adakah yang tidak mampu sama sekali untuk membayar—bahkan hanya sekedar—biaya regristrasi?

Ada.
Ya, ada.

Lalu bagaimana?

Setidaknya Unpad melalui para pembantu rektor sendiri langsung menyatakan bahwa masalah-masalah seperti itu tidak lantas akan menjadikan calon mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pendidikannya di Universitas Padjadjaran ini.

Para calon mahasiswa bisa 'dipermudah' dengan mengajukan beberapa berkas ke pihak Fakultas—di mana calon mahasiswa ini diterima—untuk kemudian mendapatkan Surat Rekomendasi dari Fakultas tersebut.

Setelah Surat Rekomendasi Fakultas tersebut ada di tangan, bisa dikatakan bahwa sudah tidak ada masalah lagi dalam regristrasi akademik. Calon mahasiswa tetap dapat melakukan regristrasi, walaupun dikatakan bahwa ada beberapa fasilitas yang kemudian tidak dapat diberikan selayaknya yang diberikan pada calon mahasiswa yang lainnya, seperti tidak diberinya KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)

Tapi bisakah melanjutkan kuliah?

Bisa, tentu bisa.

Bahkan, pihak BPM-Univ (Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas) pun turut serta menjembatani apabila dirasa masih ada masalah dalam regristrasi tersebut.

Caranya?
Cukup datangi sekretariat BPM-Univ, dan ceritakan permasalahan seperti apa yang dihadapi.

Selebihnya?
Mari berjuang bersama demi melanjutkan pendidikan

Seterusnya?
Informasi-informasi beasiswa menanti


Jadi…masih mau bilang "Gak ada uang Gak ada kuliah"?
Tergantung sampai dimana usaha anda

[+/-] Selengkapnya...

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009 (Sebesar apa peran kita??)

May 23, '09 12:17 AM
for everyone
Presiden dan Wakil Presiden baru periode 2009-2014 akan segera ditentukan, ya kawan, TAK LAMA LAGI kita akan memiliki pemimpin BARU, setidaknya di periode yang baru….(;

Apa sih yang bisa kita lakukan??

Memilih,
tentu saja, kita cukup cerdas untuk TIDAK BERPIKIR-tidak memilih, saya percaya itu.

Dan tentu saja pastikan bahwa nama kita ada dalam Daftar Pemilih!
Pastikan dari sekarang!! Jangan sampai prediksi menakutkan oleh berbagai pihak yang mengatakan bahwa dalam pemilihan presiden dan wakilnya pun jumlah orang yang tidak menggunakan hak pilihnya akan kurang lebih sama banyaknya sebagaimana pemilihan legislatif kemarin,
JANGAN SAMPAI!!

Mencari tahu,
sebagai efek sekunder yang harus dilakukan agar kita TIDAK-tak memilih, kenalilah ketiga pasang capres dan cawapres yang akan terpampang wajahnya dilembar pemilihan nanti

Ya, sebuah standar klasik semacam itu yang saya yakin semua orang tahu bahwa itu sudah seharusnya dilakukan…



Lalu apa lagi??

Kawan, izinkan saya berbagi cerita…

Hari itu, 9 April 2009, saya sedang ada di Jakarta bersama keluarga, Alhamdulillah saya bisa ke Jakarta saat itu untuk turut serta mengunakan hak pilih perdana saya sebagai warga yang sudah berhak ikut memilih dalam pemilihan umum legislatif^^,, gembira tentu, bahkan sedikit over karena salah satu kakak saya yang kuliah di Unila, Lampung pun bisa datang pula ke Jakarta, kami pun bergembira-ria bereuni bersama2 dan tak lupa pula dengan kamera di tangan (hoho, hidup narsis^^!!)….d;
Dari 171.265.442 jumlah pemilih yang terdaftar sebagai pemilih tetap, hanya 121.288.366 orang yang menggunakan hak pilih. Dengan demikian terdapat 49.677.076 pemilih yang tidak ikut mencontreng.

Sementara jumlah suara sah sebanyak 104.099.785 dan suara tidak sah sebanyak 17.488.581. Dengan demikian jumlah pemilih golput mengalahkan perolehan suara Partai Demokrat yang memenangi Pemilu Legislatif 2009.
Berikut perbandingan angka golput dengan perolehan suara sembilan partai politik yang lolos parliamentary threshold.
• Partai Demokrat 21.703.137 suara (20,85%)
• Partai Golkar 15.037.757 suara (14,45%)
• PDI P 14.600.091 suara (14,03%)
• PKS 8.206.955 suara (7,88%)
• PAN 6.254.580 suara (6,01%)
• PPP 5.533.214 suara (5,32%)
• PKB 5.146.122 suara (4,94%)
• Gerindra 4.646.406 suara (4,46%)
• Hanura 3.922.870 suara (3,77 %)

Bagaimana kami tidak gembira??
Di tengah perantauan kami menuntut ilmu di kota lain, kami masih mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam perhelatan besar itu,
kami tidak termasuk dalam 49 sekian juta rakyat yang GolpUt!! Nama kami tercantum dalam daftar pemilih yang berhak menggunakan hak pilihnya

Saya dan uniNa (begitu saya memanggil kakak saya) pun saling melepas rindu dengan bertukar pikiran mengenai pandangan kami mengenai pemilu.
Kami berdiskusi, bertukar pendapat dengan sambil berkeliling dari satu TPS ke TPS yang lain (foto2 juga tentu^^, hihi….),,
Dan kami pun mulai bertingkah bak detektif ternama ketika mulai tercium adanya keanehan dalam proses penghitungan suara…
Karena ternyata di salah satu TPS dekat rumah, kami menemukan bahwa panitia yang bertugas dalam perhitungan suara ternyata tidak tahu bagaimana cara menghitung suara!! OH GOD!!!!!


Singkatnya begini, tahap awal adalah penentuan apakah surat suara sah atau tidak,
dan tahap berikutnya adalah penyalinan hasil penentuan surat suara tersebut ke dalam suatu Chart yang memang sudah disediakan khusus untuk menuliskan hasil perhitungan suara

Ada lebih dari 5 saksi perwakilan beberapa partai yang mengawasi penentuan sah atau tidaknya suara, tapi tidak ada satu pun saksi yang mengamati penulisan hasil suara tersebut dalam lembar yang sudah ditentukan…

Dan hasilnya?? Ternyata terjadi kesalahpahaman dalam penyalinan suara….
Kenapa bisa??

Begini….dalam tahap pertama kita sudah tahu bahwa surat suara akan sah bila dicontreng pada bagian partainya saja, begitu juga dengan surat suara yang dicontreng pada bagian partai SEKALIGUS nama calon legislatifnya

Dalam Chart penyalinan suara…seharusnya SATU surat suara yang dikatakan sah memiliki 2 baris yang bisa dicontreng, baris pertama (baris A) adalah baris yang bisa diisi dengan SATU turus ketika yang dicontreng adalah lambang partai (SAJA), dan baris kedua (baris B) adalah baris yang bisa diisi dengan SATU turus ketika yang dicontreng adalah nama calon legislatif (SAJA), dan pada akhirnya jumlah perolehan suara partai politik adalah A+B,

Itulah sebabnya mengapa dalam penyalinan suara dari SATU suara yang dikatakan sah, cukup dengan pengisian satu turus pada salah satu baris, apakah itu baris A saja, ataukah baris B saja…Kalaupun dalam pencontrengan surat suara terdapat sekaligus DUA contrengan (yaitu pada lambang partai dan juga pada nama calon legislatifnya), maka dalam penyalinan suara, baris yang diisi turus cukup SATU, yaitu baris B saja…

Sedangkan kesalahan penyalinan AKAN TERJADI (dan dalam kasus ini memang terjadi) pada kertas suara yang mana dikatakan sah dengan pencontrengan pada lambang partai DAN nama calon legislatif, karena panitia penghitungan suara yang bertugas dalam penyalinan ke Chart penyalinan suara ternyata mengisi DUA turus sekaligus, bayangkan!!! DUA turus MASING-MASING untuk baris A dan baris B…

Lalu apa yang terjadi jika demikian??
PENGGEMBUNGAN SUARA!!!

Bagaimana tidak?? Hasil akhir yang akan dihitung bukankah A+B?? Kalau dalam SATU surat suara sah ternyata ada DUA turus yaitu SATU turus pada baris A dan SATU turus pada baris B, maka jumlah perolehan suara partai politik yang akan dihitung adalah A+B>> 1+1= 2, DUA suara!! DUA suara untuk SATU surat suara yang sah!!!!!

Bisa tercium di mana ketidakberesannya?? Tentu hal ini akan menguntungkan pemilih yang mencontreng di dua tempat bukan?? Karena “Contreng saja lambang dan nama calegnya, lumayan hasilnya 2 suara loh nanti pas dihitung!!”,, Benar??

Tapi Alhamdulillah ditengah kebingungan saya dan Unina untuk bertindak, kami melakukan observasi singkat ke TPS lain untuk memastikan cara pengitungan suara yang seharusnya dilakukan, dan juga Interview via telepon ke beberapa sumber yang lebih mengerti mengenai masalah perhitungan suara, hitung-hitung memantapkan hati sebelum menegur panitia penghitungan suara.

Setelah penjelasan dilakukan, kericuhan mulai terjadi, terjadi saling salah menyalahkan di antara panitia maupun saksi, “Ah tadi katanya gak pa2 kok ngitungnya begini, kata saksinya, noh!!”…

Fyuhhh…cukup menegangkan, dan lagi ditambah cukup mengecewakan hati ketika penghitungan suara dilanjutkan, sekali lagi: DILANJUTKAN, bukan DIULANG, tapi DILANJUTKAN!!

Lalu bagaimana dengan penghitungan suara yang sebelum2nya??
Mengapa terasa begitu berat untuk mengulang dari awal?? Bukankah itu adalah sebuah amanah yang dibebankan kepada panitia untuk melaksanakan penghitungan suara dengan sebaik2 dan sebenar2nya????

Tapi kami sudah cukup puas setelah mencoba menjelaskan cara penghitungan suara yang seharusnya, mengenai apakah akan dilaksanakan atau tidak, kami hanya bisa berdo’a…

Sebenarnya setelah satu jenis penghitungan suara selesai, kami kembali ke TPS ‘bermasalah’ itu untuk melakukan interview langsung ke panitia maupun saksi dari partai yang terlibat dengan penghitungan suara itu, saya pun merekam hasil interview itu (ternyata kami tak sekedar bermain detektif2an saudara2!! kami sekaligus berperan sebagai wartawan pro!! Hahaha…)

Pengakuan panitia TPS setempat>> Memang tidak ada penjelasan dari panitia atas, bahkan peralatan2 pemilihan baru diterima malam harinya sebelum pemilihan berlangsung.
*Saya berpikir>> "Bagaimana bisa?? bukankah saya berada di Jakarta?? PUSAT pula!! mengapa bisa setelat dan seterAbaikan itu??"*

Pengakuan saksi>> (Agak berbelit2, tapi saya menangkap kalau mereka juga tidak mengerti, tapi ada satu saksi yang mengatakan bahwa dia pun akhirnya mencoba menelefon langsung ke kantor partainya dan menanyakan cara penghitungan suara yang seharusnya) Ya memang perhitungan suara yang seharusnya adalah seperti itu.
*Saya berpikir>> "Jadi anda2 semua juga datang dengan tidak mengerti??"*


Kembali ke pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang tak lama lagi akan terlaksana, insyaAllah tanggal 8 Juli 2009, peran yang minimal bisa (dan perlu) kita lakukan ada tiga, yang pertama dan kedua adalah sebagaimana yang sudah saya kemukakan di paragraf awal: MEMILIH, dan MENCARI TAHU

Sedangkan yang ke tiga adalah PEDULI,
jangan sampai setelah mencontreng kita langsung pulang atau bergegas ke tempat lain, kalau bisa jangan kawan, peduli lah dengan menunjukkan keberadaan kita dalam proses penghitungan suara, pedulilah dengan suatu pengawasan

Walau proses penghitungan suara dalam pemilihan presiden dan wakilnya akan lebih simpel dan sederhana dari proses penghitungan suara yang terjadi di pemilu legislatif kemarin, karena tidak ada lagi baris A, tak ada lagi baris B, dan juga tak ada lagi baris A+B…
Tapi, Mmmmm.....siapa yang tahu??

Ya, siapa yang tahu???????
Tapi SIAPA TAHU peran kita yang sangat dibutuhkan adalah sebuah kepedulian, PEDULI dengan mencoba turut andil...

Tak masalah seberapa kecilnya, tak masalah seberapa lemahnya, cukup dengan PEDULI melalui sebuah pengawasan yang singkat dan cermat…(:

[+/-] Selengkapnya...

Pemilu, FaceBook, dan Golput

May 23, '09 12:11 AM
for everyone
Saya mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, akhir-akhir ini banyak sekali amanah yang harus saya jalani. Med-Ex, persiapan olymphiart, TMA, MedIs AsySyifAa, Kastil, dan…..arrrrgghhh!! belum lagi rutinitas kampus macam tutorial, lecture, Lab Act, Skill's Lab, hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….TT
Sibuk, sibuk!!
Dan itu semua masih harus ditambah lagi dengan akan ada nya Event besar yang datang dan melibatkan seluruh rakyat Indonesia…pemilu.

Hmmm….
Saya rakyat Indonesia.
Saya akan terlibat dalam pemilihan umum itu.
Saya harus meluangkan waktu untuk itu.
Saya tahu itu.

Tapi saya bingung—sebagaimana yang dirasakan oleh beberapa calon pemilih lainnya—dan banyak pertanyaan serta kekhawatiran yang saya rasakan menjelang event ini.

Di tengah pemikiran dan aktivitas rutin saya inilah…saya (seperti biasa) membuka situs yang saya yakin sudah tidak asing lagi…www.facebook.com
Dan saya menemukan Shot Out seorang 'teteh' kenalan saya yang tak jauh dari pemilu (Shot Out nya, bukan tetehnya….d;),


Just See It, here we go…(:


N. H >> bukan jamannya lagi sekarang GOLPUT,,, prepare ur choice
Sun 3:38am. Comment. LikeUnlike. Show Feedback (32) Hide Feeedback (32)
You, A.F and G.S like this.

A.F.G at 2:06pm March 14
terserah dong.golput
itukan pilihan.

D.A.P at 2:56pm March14
terserah mau golput atau tidak....yang utama, kalo milih jangan pilih ***...pilih yang lain aja.

N.H at 3:07pm March 14
jangan ga pilih kan maksudnyaaaa !
ah deni bisa ajah

D.A.P at 3:09pm March 14
jangan pilih ***...pilih yang lain aja

Nestri Doanks at 3:31 pm March 14 via Facebook Mobile
ada apa ama ***??

Golput itu emang pilihan, tp bukan pilihan cerdas, mw golput? it's okay, tapi jgn mengeluh di kala ada kebijakan pemerintah yg dianggap gak sreg karena ini, itu, en lain2 sebagainya...
kenapa??
karna bangsa ini gak butuh pengeluh yg cuma bisa ngomong, protes, or something like that, tapi dia sama sekali gak peduli sama bangsa nya...
Karna Golput itu cerminan ketidakpedulian kita akan nasib bangsa, kawan! en jgn beralasan kalau golput dijadikan pilihan karna calon nya gak ada yg bener, semua nya gak berkompeten, bla bla bla...
karna pertama, hanya Dia lah yg Maha tahu hati hambaNya, kedua, kalaupun para calon2 pemimpin itu gak ada yg bener, pilihlah yg paling benar diantara yg gak bener itu...it's so simple, right??

Jadilah manusia yg cerdas!! ingatlah bahwa Allah sudah mengaruniakan akal pada kita…(:

D.A.P at 3:33pm March 14
wah,,,,ada tausiyah....bosen gw dengernya...

D.A.P at 3:37pm March 14
gw mu milih ntar...hhmmm...nomor berapa yah??? tp ga mau yang ***** ***** ah,,,,,piss

N.H at 3:59pm March 14
kalo bosen denger tausyiah ngasih tausyiah ajah hehehe
pisss ah......

N.H at 4:03pm March 14
good job, two thumbs up 4 nestri

T.H at 5:25pm March 14 via Facebook Mobile
@nestri: yg saya tau, bukan golput sja yg mengeluh, tetapi kadang orang yg sudah memilih pilihannya banyak yg kecewa akan pilihannya coz tidak sesuai dengan janji2 yg diucapkan, golput memang benar pilihan yg tidak cerdas & tdk peduli, tpi hargailah hak2 mereka, skarang jamannya money politik kadang suara bisa diperjual belikan, qt berharap smoga pemimpin qt, pemimpin yg adil & baik bwt bngsa indonesia.

I.B at 5:44pm March 14
@ semuanya.

Seandainya para pemimpin kita cerdas dan memiliki moral maupun etika sosial yg tinggi, dengan mengutamakan kepentingan rakyat, yg namanya korupsi ga bakal ada. Trus, Korupsi ini dah jd budaya di RI. Dari dulu ga da cara yg kongkrit buat menuntaskannya, mulai dari menaikkan gaji sampai tunjangan ataupun Membentuk KPK, ternyata bukannya berkurang malah semakin kronis.

Menurut saya korupsi harus diberantas dengan hukuman mati atau potong tangan ga peduli siapapun yg melakukannya. Karena ga da hukum yg lebih Baik drpd Hukum dalam Al-Quran.

Penjara, percuma masih bisa makan n tidur enak, malah bisa sambil jual narkoba, lha sipirnya jg korupsi. Coba hukum mati, mo korupsi malaikat...!!!!!^^

I Love Golput...........
there no justice in the world
There never was.

NB: Klo para Caleg and Pemerintah menyetujui hukuman qisas, saya ga akan Golput Lg. Tp klo ga di rubah tuh hukum, saya tetep Golput selamanya. ^^

D.A.P at 8:08pm March 14
bagus mambo....gw dukung lu...daripada kita dimanfaatin cuma buat kekuasaan di tangan orang yang ga jelas (suka ngadu domba n ngejelekin orang yang ga sejalan dengan partainya lagi....ngomong di belakang doang beraninya alias banci)....

N.H at 9:07pm March 14
@D.A.P: curhat nih yeeeee

I.B at 9:34pm March 14
hahaha,,, D.A.P knp???

D.A.P at 7:02am March 15
hahahah....gw curhat??? nggak lagi...gw cuma ngomongin kenyataan aja.
buka tuh mata dan telinga kalian! pasti tau yang jelek dan buruk...jangan cuma ikut2an aja...

A.F.G at 9:28am March 15
tak kan ada partai yang menang di pemilu mendatang. Kalaupun ada paling partai go....

A.F.G at 9:28am March 15
partai gol...

A.F.G at 9:28am March 15
partai golput

T.H at 10:19am March 15 via Facebook Mobile
Mending qt ramai2 mendirikan partai golput aja yaa??
Pasti menang..

D.A.P at 10:58am March 15
hahaha...kasian yang pro partai...dibantai gini...ini udah menandakan bahwa masyarakat kita sudah tidak percaya dengan partai yang cuma mengumbar janji serta pemimpin yang cuma menginginkan seonggok kekuasaan semu....percuma saja bertamengkan kebaikan, tetapi sebenarnya busuk!

T.H at 12:11pm March 15 via Facebook Mobile
@>D.A.P: tenang broo Calm, jng pake perasa'an N emosi akh...

PiZz markopiZz broo.. ^_^v.

N.H at 5:48pm March 15
percaya deh di balik kegelapan pasti akan segera datang cahaya....
kalo kita ga bergerak menuju cahaya itu jangan salahkan orang lain kalo negara kita cuma kaya gini2 aja....
So Bangkit,,,,, Harapan Itu masih Ada....

N.H at 5:54pm March 15
memang topik yang pas untuk di angkat,,, thanks to GOLPUT dah bikin FB ku jd sedikit rameeeee hehehehe,,,

D.K.W at 6:58am March 16
mang biasanya sepi ya,,,
kasian banget deh teteh,,
akuw pilih diriku sendiri,,hahahahah
iya bukan jamannya
kan udah di haramin MUI,,,
selamat memilih!!!!

Nestri Doanks at 7:07am March 17
wah ns3 senang karna semua mengutarakan pemikirannya....(:
tapi masalahnya...berpikirkah kita??
bingung dengan calon2 pemimpin yang gak ada yang bener?? Bagus. Karena berarti anda berpikir.

Ns3 bukan siapa2, dan ns3 masih bingung apa yang bisa ns3 lakukan dalam hidup Ns3 yang berharga ini (ingat! hidup itu berharga karena terbatas), dan yang Ns3 tau...hidup itu butuh tujuan!! untuk apa sebenarnya hidup kita???? tuk jadi seonggok sampahkah?? atau tak lebih dari sekedar pencampuran antara ovum dan sperma??

atau.............kita dilahirkan tuk jadi orang besar??

kitalah yang menentukan....(:

hidup ini terlalu indah untuk disia2kan....u know why??
karna dengan menghargai hidup, maka kita menghargai penciptaNya....dan insy4wi sebuah keindahan hakiki kan menanti kita kelak karnanya.....

rencanakanlah hidup kita, dan berpikirlah...^^

Nestri Doanks at 7:16am March 17
dan ini pemilu pertama bagi Ns3!!, Ns3 mau mencoba melakukan 'sesuatu'…menyuarakan suara Ns3!!
Gak masalah walaupun lagi-lagi dikecewakan, Ns3 yakin masih ada manusia berhati mulia di luar sana, karna Ns3 banyak menemukan orang-orang luar biasa disekeliling Ns3...

gak ada jaminan memang, kalau masih ada orang seperti itu diantara calon pemimpin kita...dan Ns3 akan mencari tau, dan terus mencari tau sampai tiba waktunya nanti tuk memilih, mencari...dan mencari...siapa yang cukup pantas diamanahkan beban berat ini...

jangan pernah menghidari sesuatu hanya karena takut akan resikonya!! Sebuah ketakutan itu hanya dapat dikalahkan melalui sebuah TINDAKAN!!

hidup itu ada untuk dijalani....dan hidup itu kurang lebih adalah untuk menunggu kematian......lantas??? Apa kita mau meninggal dengan sia2?? Tanpa melakukan apa-apa???

Tentukan pilihan.
Lakukan sesuatu yang bisa kita lakukan dengan segala keterbatasan kita ini...(:

Nestri Doanks at 7:21am March 17
@I.B
Ns3 gak tau apa bener "there no justice in the world" sehingga "There never was",,
tapi Ns3 yakin kalau "There will be"!!!, karna kalaupun keadilan gak bisa ditegakkin di sini....tapi pasti ada hukum yang Maha Adil kelak...(:,

tenang dan takutlah karnanya...

A.F at 12:05pm March 17
Bismillahirrohmanirrohim..
.
Brdasarkan survei, kebanyakan manusia cenderung tertarik pada kabar2 negatif tentang dunia. jadi jangan heran kalo semakin banyak orang yang putus asa.
Perlu diingat kita masih punya Al-Qur'an. Itulah satu2nya cahaya yang sampai akhir zaman dijamin sinarnya ga akan pernah padam.
Orang yang masih punya harapan terhadap nikmat Allah termasuk bangsa ini, yakin deh semangatnya ga akan pernah padam. Karena satu yang dia yakini bahwa ada kekuatan yang lebih besar dibalik cobaan yang datang, yaitu kekuatan Allah. Dia ga' berjuang sendiri, tapi bersama Allah. Allah yang Maha Adil ga akan membiarkan ketidakadilan di dunia ini.
Kalau keburukan di depan mata hanya dihadapi dengan berdiam diri, sampai kapan kita terus mengabaikan nikmat Allah dan membiarkan orang2 yang tidak bertanggung jawab itu menghancurkan amanah yang Allah kasih buat kita? Banyak kesempatan yang bisa kita lakukan.
Hati-hati dengan emosi ukhti n akhi...karena nafsu amarah bisa menutupi mata hati.

A.F at 12:10pm March 17
Wasta'inu bishobri wassholah (Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat) insyaAllah dengan ikhtiar kita yang maksimal Hukum Islam akan tegak di Indonesia, bahkan di dunia. Bukan begitu akh I.B? InsyaAllah orang2 yang waktunya diisi dengan memikirkan umat maka Syurga adalah ganjarannya. Siapa yang ga mau coba?..(^^)

--------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya cukup terpana dengan pemikiran beberapa orang yang masih menjadikan GolPut sebagai pilihannya, tapi yang pasti itu bukan saya.
Saya akan memilih.
Saya akan berpikir.
Dan saya akan tetap memilih.
InsyaAllah…(:

Bagaimana denganmu, kawan??

[+/-] Selengkapnya...