Add This...^^d!!

RSS
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 29, 2012

Sungguh, ia tidak mengenal orang, waktu, dan tempat!

Sabtu 24 Maret 2012 pukul 7 pagi adalah jam dimana akhirnya aku mengakhiri jadwal jaga di Rumah Sakit Hasan Sadikin yang diawali sejak 12 jam sebelumnya yaitu Jum’at pukul 7 malam. Seharian tidak tidur adalah hal biasa bagi seorang koasisten sepertiku, terutama saat itu di IGD Bedah tempatku berjaga semalaman sedang ramai-ramainya pasien “berkunjung”.
Alhasil paginya mataku perih karena belum sempat dipejamkan sama sekali, namun hanya selang 20 menit dari berakhirnya waktu jaga di rumah sakit, aku pun melanjutkan perjalanan bersama salah satu teman satu kontrakan untuk ikut kelas Yoga di salah satu Gym di Braga Citiwalk, hasil dari voucher gratis yang dihadiahkan oleh teman lain yang juga satu kontrakan

Di akhir gerakan yoga yang penuh ketenangan, aku sempat tertidur sesaat (berharap tidak ada yang menyadari kalau aku tertidur sejenak saat itu), lelah! Bahkan aku pun kembali tertidur saat aku dan teman mampir ke suatu tempat makan seselesainya kami berolahraga, saat itu sudah sekitar pukul 11 lewat, kaget tingkat tinggi sewaktu aku dibangunkan untuk perjalanan pulang kembali ke kontrakan.
Tapi pulangkah aku setelahnya? Memang, tapi bukan untuk beristirahat, hanya untuk sejenak meletakkan peralatan-peralatan kedokteran yang kubawa selepas jaga rumah sakit kemarinnya, dan juga perlengkapan-perlengkapan lain selepas berolahraga. Sesampainya di kontrakan, terlihat bu Aah yang sedang menyetrikakan pakaian seorang teman lain yang berlangganan mencuci dan setrika baju pada bu Aah, Rabu dan Sabtu memang hari rutin bagi bu Aah untuk datang dan mengerjakan pekerjaan rutinnya. Sejuk sekali rasanya melihat beliau yang giat bekerja, malu rasanya mengatakan bahwa diri ini lelah saat beliau menyapaku yang baru saja datang. Apalah keletihanku dibadingkan dengan perjuangan beliau mencari uang? Pagi hari mencuci hingga berbaskom-baskom, kemudian mengejar waktu untuk menjemur agar bisa kering siang itu juga, dan siangnya di waktu dzhuhur seperti saat aku pulang saat itu, beliau kembali datang dengan setumpuk pakaian untuk menyetrikakan dan meletakkannya rapi di lemari temanku yang berlangganan padanya

Berbarengan dengan bu Aah yang menata pakaian yang telah disetrika ke lemari baju temanku, aku pun menata barang-barang yang akan kubawa ke tempat berlangsungnya pernikahan massal yang akan diselenggarakan oleh teman-teman Kampus Peduli, “Mau pergi lagi neng??”, tanya bu Aah seolah takjub. “Iyaaa buu, mau ke akad nikahan”
Ya, dini hari sebelumnya aku teringat tentang rencana nikah massal yang katanya akan membantu menikahkan adik-adik jalanan yang sudah kukenal beberapa bulan ke belakang, dan segera kukirim pesan singkat kepada beberapa teman yang kuharap saat itu bisa memberikan jawaban tentang kapan hari diselenggarakan ritual suci itu, dan jawaban yang kudapatkan adalah siang itu juga pukul satu. Dan itu berarti setengah jam lagi dari setibanya aku di kontrakan untuk meletakkan barang-barang pos-Jaga

Seberangkatnya aku ke tempat yang diberitahu oleh teman yang menjawab sms, sulit rasanya untuk tak tertidur di angkutan umum yang kunaiki, terkaget saat terbangun tepat di tempat seharusnya aku berhenti, aku pun segera turun dari angkutan yang kunaiki untuk berganti angkutan umum lain, dan bekerja keras menahan mata agar tetap terbuka dan tidak tertidur lagi.
Sesampainya di tempat tujuan, tak kulihat ada siapapun yang kukenal atau adanya tanda-tanda diadakannya sebuah acara. Selepas kuajukan jurus andalanku: bertanya, seorang bapak baik hati membantuku mencarikan orang lain yang sekiranya tau tempat tujuan pastiku. Alhamdulillah, aku pun diantarkan hingga dekat tempat tujuan, dan dengan tanpa bayaran. Subhanallah, padahal sebelumnya dikatakan untuk membayar seadanya, rasanya isi kantungku lebih dari seadanya saat itu (walaupun tetap terhitung pas-pasan, hehe), tapi takjub tingkat tinggi rasanya diri ini ketika beliau mengatakan kalau beliau tidak apa tidak dibayar karena mengantarku, jazakallah aa’ baik hati! Meskipun takkan luput amal baikmu dicatat, izinkan aku untuk tetap mendo’akan keikhlasan hatimu dalam berbuat baik

Berikutnya, kembali ditunjukkan oleh aa’ baik hati lain jalan menuju tempat berlangsungnya acara, akupun bertemu dengan Rofi, teman Kampus Peduli yang tampaknya mengingatku, maafkan karena aku tak ingat (insya Allah paska hari itu kuingat terus jasa baiknya^^), berkat petunjuk Rofi dan seorang adik lain yang kutemui di perjalanan, aku pun tiba di tempat acara, pukul 2 siang, telat sejam dari waktu yang dikatakan untuk berlangsungnya acara, namun syukur Alhamdulillah ternyata akad belum dilangsungkan, aku masih bisa untuk turut serta mendo’akan pasangan berbahagia yang akan diikat dalam sebuah mitsaqan galidzha, mendo’akan kebarakahan pernikahan mereka, segala puji bagi dan hanya bagiMu ya Rabb..(‘:

Perih mata ini karena belum sempat beristirahat rasanya terlupakan seutuhnya di tempat itu, berbincang dengan teman-teman lama yang akhirnya sempat bertemu lagi, menggendong bayi mungil dari pasangan pengantin yang berbahagia, berbincang dengan teh eli yang sempat menginap di kontrakanku paska melahirkan bayinya, hingga berbincang dengan seorang bapak yang menyapaku ketika aku memutuskan untuk melangkah pulang, saat itu sudah mendekati pukul 5 sore, sebenarnya diri ini sudah sangat ingin beranjak pulang, mengejar agar bisa pulang ke kontrakan sebelum maghrib tiba.
Namun berbincang dengan bapak itu menghadiahkan do’a tulus darinya kepadaku, terutama ketika beliau akhirnya tahu bahwa aku adalah seorang dokter muda yang sedang berprofesi di RSHS, amin ya Rabb...semoga malaikat mengaminkan do’a yang sama dan jauh lebih indah untuk bapak itu.

Pukul 5. Sudah benar-benar harus pulang kurasa, akupun pamit sekali lagi ke teman-teman yang sebenarnya sudah kusalami dari sebelum bertemu bapak tadi, dengan tergesa-gesa akupun berusaha untuk tidak menghentikan jalanku agar bisa sampai tepat waktu di kontrakan, pamit sepintas dengan bapak tadi dengan menangkupkan kedua tangan, salam, dan dengan sepasang kaki yang tetap berjalan tergesa. Namun kedua kaki ini kembali terhenti ketika hanya selang sekitar satu meter dari bapak tadi ada seorang ibu yang mengejarku untuk turut serta bersalaman mengantarkan kepulanganku.
Sungguh tak kusangka ketika selesai menjawab salam dan ucapan “hati-hati ya neng” dari ibu tadi, badan yang telah kubalikkan untuk kembali bergegas pulang membalik kembali ke arah sang ibu yang ternyata ucapan salamnya belum terhenti, “Ibu gak bisa ngasih apa-apa buat eneng, Ibu cuma bisa ngedo’ain aja supaya eneng sukses dan enggak ngelupain orang-orang kecil macam ibu”.

Allah. Orang kecil macam mana yang ikhlas mendo’akan orang yang baru saja ditemuinya? Aku pun berlari kecil ke arah ibu tadi, “Ibu, boleh aku meluk ibu??” Aku pun lekas memeluknya. Ibu tadi kembali mengulangi kata-kata yang sama, “Ibu, do’a ibu jauh lebih dari cukup, lebiiihh dari cukup, nuhun ibu, do’akan saya supaya bisa jadi dokter yang baik ya bu??”, hampir-hampir aku tak bisa melihat wajah sang ibu karena air mata memenuhi kedua kelopak mata ini. Aku pun kembali melanjutkan perjalanan, Allah cintailah ibu tadi..

Berjalan pulang dengan arah sekenanya (karena ingatan ruangku sangat tidak baik) dan berbekal pertanyaan menuju jalan raya terdekat, akupun melajutkan perjalanan untuk pulang. Kembali bertemu dengan seorang ibu, dan kembali, hanya dengan menyapa ibu ini sembari meminta izin untuk lewat, ibu kali ini menahanku karena mengatakan diriku sangat sopan, beliaupun menceritakan banyak hal tentang anak-anaknya (dan sesuatu seperti alangkah bahagianya jika dapat menantu sesopan aku, duh), aku bahkan dimintanya untuk mampir ke rumahnya dan turut makan malam di rumah beliau. Setelah diselamatkan dari motor yang hampir-hampir saja menabrak kami karena jalan yang ada hanyalah satu jalan kecil, akupun berhasil mengulangi pamitan kesekian kepada ibu kali ini, beliaupun membekali aku dengan do’a-do’a dengan bahasa sunda (setidaknya aku tau yang diucapkan ibu ini adalah do’a untuk kesuksesanku, amiin, semoga sukses akhirat ya bu^^?)

Akhirnya tiba di jalan raya, tak kusangka ternyata hanya sekitar 20 menit aku pun berhasil sampai kembali di RSHS, dan hanya sekitar beberapa menit kemudian akupun telah terbaring di tempat tidurku yang ramah menyapa. Perih kembali hadir di kedua mataku, tapi ia tak langsung membuatku terlelap dalam tidur. Sungguh luar biasa sore tadi. Betapa masih banyak orang-orang sederhana yang ikhlas memberikan do’anya kepada orang lain yang baru, benar-benar baru saja, dikenalnya. Masya Allah. Masya Allah.

Teringat dengan sebuah hadist, senyum mu kepada saudara mu adalah sedekah. Dulu aku sempat berpikir ketika ada beberapa teman yang memilah-milih untuk bersedekah, ”Jangan ke orang itu! Lihatlah badannya, lebih dari bugar untuk mampu mencari uang dengan cara bekerja, kalau mau ngasih...kasih ke pengemis yang benar-benar sudah tak mampu menghidupi dirinya”. Tapi hei! Memangnya ada aturan untuk bersedekah?

Ada sebuah cerita bijak ketika seseorang yang baru saja belajar mengenai keutamaan bersedekah segera menyedekahkan hartanya kepada orang yang ditemuinya. Segera, ia dikomentari dengan celaan, “Hei fulan! Untuk apa kamu sedekahkan hartamu kepada orang tadi? Tidak tahukah kamu bahwa wanita yang kamu berikan sedekah tadi adalah seorang pezina dan pendosa yang tidak layak mendapatkan belas kasih?”

Dengan tak mengerti, ia pun hanya bisa mendo’akan agar sedekah yang dikeluarkannya bermafaat dan mendapatkan Ridha Allah. Kembali, ia menyedekahkan hartanya pada orang lewat lain yang ditemuinya, dan kembali ia dikomentari oleh orang-orang di sekitarnya yang melihat apa yang dilakukannya, “Hei fulan! Tak habis pikirkah engkau? Orang yang baru saja kamu berikan sedekah adalah seorang pencuri yang tidak pernah makan makanan yang halal dan tidak pernah bekerja untuk mendapatkan uang yang halal, bagaimana mungkin engkau memberikannya uang sedekah kepadanya dan masih berharap untuk mendapatkan Ridha Allah?”

Sedih, ia pun hanya bisa mengulangi do’anya agar harta yang telah ia sedekahkan bermanfaat dan diterima di sisiNya. Untuk ketiga kalinya, ia pun ingin kembali mengamalkan ilmu sedekah yang baru saja dipelajarinya, kembali ia memberikan sedekah kepada orang yang baru saja ditemuinya, dan lagi-lagi, kembali, ia dikomentari dengan nada mencemooh oleh orang-orang yang memperhatikan apa yang dilakukannya, “Fulan, sungguh, belum pernah kami melihat orang sebodoh dirimu, menurutmu untuk apalah engkau memberikan sedekah kepada orang yang kau lewati tadi, beliau adalah saudagar terkaya di kota ini, untuk apa kau pikir guna dari sedekahmu yang tak seberapa dibandingkan harta kekayaannya yang berlimpah?”
Termangu, ia pun terpuruk dalam kesedihan, betapa bahkan untuk berbuat baik saja dirinya tak bisa. Namun ia pun kembali mengulangi do’anya, berharap Allah mengerti niat baiknya

Hari-hari berikutnya, ia disapa oleh seorang wanita yang ternyata adalah seorang wanita yang diberikan sedekah olehnya beberapa waktu lalu, wanita itu mengucapkan terimakasih padanya, wanita itu mengaku tergugah dengan kebaikan tulusnya yang tak melihat latar belakang seseorang untuk diperlakukan dengan baik, selama ini orang-orang menganggap wanita itu sebagai pezina yang tidak layak mendapatkan ampunan Allah dan tidak layak untuk menerima kebaikan oleh manusia manapun, makhuk rendah, yang memandangnya saja adalah sebuah kehinaan besar. Namun karena sedekah darinya, wanita tadi terenyuh dan mendapatkan hidayah Allah dengan seketika, bersyukur dengan masih adanya orang yang memperlakukannya dengan baik, wanita itu kemudian bertekad untuk bertaubat, seberat apapun jalan yang mungkin nanti akan ditemuinya dengan cemoohan orang lain dengan apa yang telah dilakukannya, ia yakin Allah masih menyayanginya, karena bahkan ternyata masih ada orang yang memperlakukan orang sehina dirinya dengan baik untuk meraih Ridha Allah, seperti apa yang telah dibulatkan dalam tekad wanita itu kini

Ketika masih dalam keadaan terpana dengan apa yang dikatakan oleh wanita tadi, ia kembali disapa oleh seseorang, yang ternyata adalah seorang pencuri yang juga diberikan sedekah olehnya beberapa waktu lalu, lelaki ini juga mengucapkan terimakasih atas sedekahnya dahulu, selama ini belum pernah ia mendapatkan uang halal yang diberikan untuknya dengan tulus bahkan oleh seseorang yang baru saja dikenalnya, selama ini ia hanya berbekal dari usahanya mencuri untuk bertahan hidup dengan uang tidak halal yang diperolehnya. Tidak pernah terpikir dalam benaknya bahwa diantara pikiran-pikiran buruk orang lain tentang dirinya yang tidak akan mungkin berubah, ternyata masih ada orang lain yang tulus memperlakukannya dengan baik dan bahkan memberikan sedekah kepadanya, yang kemudian berbekal dari uang sedekah yang diperolehnya, lelaki itu pun memutuskan untuk menghentikan hidupnya yang selama ini jauh dari baik dan berusaha untuk memulai hidupnya kembali dari awal, dengan cara yang halal

Tak lama sepeninggalnya lelaki tadi, ia kembali disapa oleh orang ketiga, yang juga diberikan sedekah olehnya, apa yang akan dikatakan oleh saudagar kaya yang mendapatkan sedekah tak seberapa darinya? Tersinggungkah saudagar ini? Ternyata kembali ucapan terimakasih yang diterimanya, saudagar ini merasa sangat tertampar ketika dirinya diberikan sedekah oleh orang yang tak dikenalnya, jumlah yang sangat tidak ada apa-apanya dengan harta yang dimiliki sang saudagar justru mampu menyadarkan dirinya mengenai betapa selama ini hanya dunialah yang dikejarnya, hingga hartanya yang menumpuk sama sekali tidak pernah ia sedekahkan kepada yang membutuhkan. Tapi lihatlah orang asing yang memberikan sedekah padanya, orang asing ini bahkan tak berusaha mengetahui siapa yang ia berikan sedekah, karena hanya keinginan untuk bersedekahlah yang memenuhi dirinya. Sang saudagarpun teringat dengan kewajibannya untuk menzakatkan sebagian hartanya dan menyedekahkan sisanya, ia sungguh berterimakasih karena sedekah yang diberikan kepadanya mampu mengembalikan sang saudagar dari posisi lupa diri dari banyaknya harta yang mengelilinginya, sehingga sang saudagar masih bisa melakukan sesuatu untuk kepentingan akhiratnya

Subhanallah, betapa indahnya berbuat baik, kepada siapapun, bukankah tak ada aturan untuk berbuat baik? Ketika bersedekah tidak diharuskan hanya kepada orang-orang tertentu, dan menyapa juga tak harus pada orang yang kita kenal, layaknya fulan yang berhasil memberikan hidayah kepada mereka yang diberikannya sedekah karena mengharap ridha Allah, atau upaya ringanku untu tersenyum dan menyapa mereka yang kutemui di jalan yang membalas sapaanku, yang mungkin bagi orang lain tak ada harganya, yang dibalas dengan sebuah do’a untuk kelanjutan perjalananku

Tidakkah ia indah? Ketika diri ini belum sanggup bertindak seperti fulan yang memberikan sedekah tanpa melihat siapa yang ia berikan sedekah dan juga dengan tanpa putus asa tetap bersedekah meski dicemooh orang lain, bukankah bibir kita masih dapat melakukan senyum simetris dan mendo’akan orang yang kita temui di jalan, siapapun itu, ‘Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh, salam dan selamat untukmu, semoga Allah merahmati dan memberkahimu. Tidakkah hal tersebut mudah untuk dilakukan dan bernilai sedekah di mata Allah?

Lantas apa lagi yang kita tunggu?

Sungguh, berbuat baik tidak mengenal orang, waktu, dan tempat! Dan sungguh, disapa dengan senyuman tulus oleh orang lain mampu menghadiahkan kebersihan hati dalam diri untuk melanjutkan senyuman tulus kepada orang yang lain lagi. Lantas apa lagi yang kita tunggu? Tidakkah ia adalah multi level pahala yang sangat menjanjikan?



“Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari yang terbit dan terbenam.”
(HR Bukhari)

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, Agustus 13, 2009

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009 (Sebesar apa peran kita??)

May 23, '09 12:17 AM
for everyone
Presiden dan Wakil Presiden baru periode 2009-2014 akan segera ditentukan, ya kawan, TAK LAMA LAGI kita akan memiliki pemimpin BARU, setidaknya di periode yang baru….(;

Apa sih yang bisa kita lakukan??

Memilih,
tentu saja, kita cukup cerdas untuk TIDAK BERPIKIR-tidak memilih, saya percaya itu.

Dan tentu saja pastikan bahwa nama kita ada dalam Daftar Pemilih!
Pastikan dari sekarang!! Jangan sampai prediksi menakutkan oleh berbagai pihak yang mengatakan bahwa dalam pemilihan presiden dan wakilnya pun jumlah orang yang tidak menggunakan hak pilihnya akan kurang lebih sama banyaknya sebagaimana pemilihan legislatif kemarin,
JANGAN SAMPAI!!

Mencari tahu,
sebagai efek sekunder yang harus dilakukan agar kita TIDAK-tak memilih, kenalilah ketiga pasang capres dan cawapres yang akan terpampang wajahnya dilembar pemilihan nanti

Ya, sebuah standar klasik semacam itu yang saya yakin semua orang tahu bahwa itu sudah seharusnya dilakukan…



Lalu apa lagi??

Kawan, izinkan saya berbagi cerita…

Hari itu, 9 April 2009, saya sedang ada di Jakarta bersama keluarga, Alhamdulillah saya bisa ke Jakarta saat itu untuk turut serta mengunakan hak pilih perdana saya sebagai warga yang sudah berhak ikut memilih dalam pemilihan umum legislatif^^,, gembira tentu, bahkan sedikit over karena salah satu kakak saya yang kuliah di Unila, Lampung pun bisa datang pula ke Jakarta, kami pun bergembira-ria bereuni bersama2 dan tak lupa pula dengan kamera di tangan (hoho, hidup narsis^^!!)….d;
Dari 171.265.442 jumlah pemilih yang terdaftar sebagai pemilih tetap, hanya 121.288.366 orang yang menggunakan hak pilih. Dengan demikian terdapat 49.677.076 pemilih yang tidak ikut mencontreng.

Sementara jumlah suara sah sebanyak 104.099.785 dan suara tidak sah sebanyak 17.488.581. Dengan demikian jumlah pemilih golput mengalahkan perolehan suara Partai Demokrat yang memenangi Pemilu Legislatif 2009.
Berikut perbandingan angka golput dengan perolehan suara sembilan partai politik yang lolos parliamentary threshold.
• Partai Demokrat 21.703.137 suara (20,85%)
• Partai Golkar 15.037.757 suara (14,45%)
• PDI P 14.600.091 suara (14,03%)
• PKS 8.206.955 suara (7,88%)
• PAN 6.254.580 suara (6,01%)
• PPP 5.533.214 suara (5,32%)
• PKB 5.146.122 suara (4,94%)
• Gerindra 4.646.406 suara (4,46%)
• Hanura 3.922.870 suara (3,77 %)

Bagaimana kami tidak gembira??
Di tengah perantauan kami menuntut ilmu di kota lain, kami masih mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam perhelatan besar itu,
kami tidak termasuk dalam 49 sekian juta rakyat yang GolpUt!! Nama kami tercantum dalam daftar pemilih yang berhak menggunakan hak pilihnya

Saya dan uniNa (begitu saya memanggil kakak saya) pun saling melepas rindu dengan bertukar pikiran mengenai pandangan kami mengenai pemilu.
Kami berdiskusi, bertukar pendapat dengan sambil berkeliling dari satu TPS ke TPS yang lain (foto2 juga tentu^^, hihi….),,
Dan kami pun mulai bertingkah bak detektif ternama ketika mulai tercium adanya keanehan dalam proses penghitungan suara…
Karena ternyata di salah satu TPS dekat rumah, kami menemukan bahwa panitia yang bertugas dalam perhitungan suara ternyata tidak tahu bagaimana cara menghitung suara!! OH GOD!!!!!


Singkatnya begini, tahap awal adalah penentuan apakah surat suara sah atau tidak,
dan tahap berikutnya adalah penyalinan hasil penentuan surat suara tersebut ke dalam suatu Chart yang memang sudah disediakan khusus untuk menuliskan hasil perhitungan suara

Ada lebih dari 5 saksi perwakilan beberapa partai yang mengawasi penentuan sah atau tidaknya suara, tapi tidak ada satu pun saksi yang mengamati penulisan hasil suara tersebut dalam lembar yang sudah ditentukan…

Dan hasilnya?? Ternyata terjadi kesalahpahaman dalam penyalinan suara….
Kenapa bisa??

Begini….dalam tahap pertama kita sudah tahu bahwa surat suara akan sah bila dicontreng pada bagian partainya saja, begitu juga dengan surat suara yang dicontreng pada bagian partai SEKALIGUS nama calon legislatifnya

Dalam Chart penyalinan suara…seharusnya SATU surat suara yang dikatakan sah memiliki 2 baris yang bisa dicontreng, baris pertama (baris A) adalah baris yang bisa diisi dengan SATU turus ketika yang dicontreng adalah lambang partai (SAJA), dan baris kedua (baris B) adalah baris yang bisa diisi dengan SATU turus ketika yang dicontreng adalah nama calon legislatif (SAJA), dan pada akhirnya jumlah perolehan suara partai politik adalah A+B,

Itulah sebabnya mengapa dalam penyalinan suara dari SATU suara yang dikatakan sah, cukup dengan pengisian satu turus pada salah satu baris, apakah itu baris A saja, ataukah baris B saja…Kalaupun dalam pencontrengan surat suara terdapat sekaligus DUA contrengan (yaitu pada lambang partai dan juga pada nama calon legislatifnya), maka dalam penyalinan suara, baris yang diisi turus cukup SATU, yaitu baris B saja…

Sedangkan kesalahan penyalinan AKAN TERJADI (dan dalam kasus ini memang terjadi) pada kertas suara yang mana dikatakan sah dengan pencontrengan pada lambang partai DAN nama calon legislatif, karena panitia penghitungan suara yang bertugas dalam penyalinan ke Chart penyalinan suara ternyata mengisi DUA turus sekaligus, bayangkan!!! DUA turus MASING-MASING untuk baris A dan baris B…

Lalu apa yang terjadi jika demikian??
PENGGEMBUNGAN SUARA!!!

Bagaimana tidak?? Hasil akhir yang akan dihitung bukankah A+B?? Kalau dalam SATU surat suara sah ternyata ada DUA turus yaitu SATU turus pada baris A dan SATU turus pada baris B, maka jumlah perolehan suara partai politik yang akan dihitung adalah A+B>> 1+1= 2, DUA suara!! DUA suara untuk SATU surat suara yang sah!!!!!

Bisa tercium di mana ketidakberesannya?? Tentu hal ini akan menguntungkan pemilih yang mencontreng di dua tempat bukan?? Karena “Contreng saja lambang dan nama calegnya, lumayan hasilnya 2 suara loh nanti pas dihitung!!”,, Benar??

Tapi Alhamdulillah ditengah kebingungan saya dan Unina untuk bertindak, kami melakukan observasi singkat ke TPS lain untuk memastikan cara pengitungan suara yang seharusnya dilakukan, dan juga Interview via telepon ke beberapa sumber yang lebih mengerti mengenai masalah perhitungan suara, hitung-hitung memantapkan hati sebelum menegur panitia penghitungan suara.

Setelah penjelasan dilakukan, kericuhan mulai terjadi, terjadi saling salah menyalahkan di antara panitia maupun saksi, “Ah tadi katanya gak pa2 kok ngitungnya begini, kata saksinya, noh!!”…

Fyuhhh…cukup menegangkan, dan lagi ditambah cukup mengecewakan hati ketika penghitungan suara dilanjutkan, sekali lagi: DILANJUTKAN, bukan DIULANG, tapi DILANJUTKAN!!

Lalu bagaimana dengan penghitungan suara yang sebelum2nya??
Mengapa terasa begitu berat untuk mengulang dari awal?? Bukankah itu adalah sebuah amanah yang dibebankan kepada panitia untuk melaksanakan penghitungan suara dengan sebaik2 dan sebenar2nya????

Tapi kami sudah cukup puas setelah mencoba menjelaskan cara penghitungan suara yang seharusnya, mengenai apakah akan dilaksanakan atau tidak, kami hanya bisa berdo’a…

Sebenarnya setelah satu jenis penghitungan suara selesai, kami kembali ke TPS ‘bermasalah’ itu untuk melakukan interview langsung ke panitia maupun saksi dari partai yang terlibat dengan penghitungan suara itu, saya pun merekam hasil interview itu (ternyata kami tak sekedar bermain detektif2an saudara2!! kami sekaligus berperan sebagai wartawan pro!! Hahaha…)

Pengakuan panitia TPS setempat>> Memang tidak ada penjelasan dari panitia atas, bahkan peralatan2 pemilihan baru diterima malam harinya sebelum pemilihan berlangsung.
*Saya berpikir>> "Bagaimana bisa?? bukankah saya berada di Jakarta?? PUSAT pula!! mengapa bisa setelat dan seterAbaikan itu??"*

Pengakuan saksi>> (Agak berbelit2, tapi saya menangkap kalau mereka juga tidak mengerti, tapi ada satu saksi yang mengatakan bahwa dia pun akhirnya mencoba menelefon langsung ke kantor partainya dan menanyakan cara penghitungan suara yang seharusnya) Ya memang perhitungan suara yang seharusnya adalah seperti itu.
*Saya berpikir>> "Jadi anda2 semua juga datang dengan tidak mengerti??"*


Kembali ke pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang tak lama lagi akan terlaksana, insyaAllah tanggal 8 Juli 2009, peran yang minimal bisa (dan perlu) kita lakukan ada tiga, yang pertama dan kedua adalah sebagaimana yang sudah saya kemukakan di paragraf awal: MEMILIH, dan MENCARI TAHU

Sedangkan yang ke tiga adalah PEDULI,
jangan sampai setelah mencontreng kita langsung pulang atau bergegas ke tempat lain, kalau bisa jangan kawan, peduli lah dengan menunjukkan keberadaan kita dalam proses penghitungan suara, pedulilah dengan suatu pengawasan

Walau proses penghitungan suara dalam pemilihan presiden dan wakilnya akan lebih simpel dan sederhana dari proses penghitungan suara yang terjadi di pemilu legislatif kemarin, karena tidak ada lagi baris A, tak ada lagi baris B, dan juga tak ada lagi baris A+B…
Tapi, Mmmmm.....siapa yang tahu??

Ya, siapa yang tahu???????
Tapi SIAPA TAHU peran kita yang sangat dibutuhkan adalah sebuah kepedulian, PEDULI dengan mencoba turut andil...

Tak masalah seberapa kecilnya, tak masalah seberapa lemahnya, cukup dengan PEDULI melalui sebuah pengawasan yang singkat dan cermat…(:

[+/-] Selengkapnya...

Pemilu, FaceBook, dan Golput

May 23, '09 12:11 AM
for everyone
Saya mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, akhir-akhir ini banyak sekali amanah yang harus saya jalani. Med-Ex, persiapan olymphiart, TMA, MedIs AsySyifAa, Kastil, dan…..arrrrgghhh!! belum lagi rutinitas kampus macam tutorial, lecture, Lab Act, Skill's Lab, hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….TT
Sibuk, sibuk!!
Dan itu semua masih harus ditambah lagi dengan akan ada nya Event besar yang datang dan melibatkan seluruh rakyat Indonesia…pemilu.

Hmmm….
Saya rakyat Indonesia.
Saya akan terlibat dalam pemilihan umum itu.
Saya harus meluangkan waktu untuk itu.
Saya tahu itu.

Tapi saya bingung—sebagaimana yang dirasakan oleh beberapa calon pemilih lainnya—dan banyak pertanyaan serta kekhawatiran yang saya rasakan menjelang event ini.

Di tengah pemikiran dan aktivitas rutin saya inilah…saya (seperti biasa) membuka situs yang saya yakin sudah tidak asing lagi…www.facebook.com
Dan saya menemukan Shot Out seorang 'teteh' kenalan saya yang tak jauh dari pemilu (Shot Out nya, bukan tetehnya….d;),


Just See It, here we go…(:


N. H >> bukan jamannya lagi sekarang GOLPUT,,, prepare ur choice
Sun 3:38am. Comment. LikeUnlike. Show Feedback (32) Hide Feeedback (32)
You, A.F and G.S like this.

A.F.G at 2:06pm March 14
terserah dong.golput
itukan pilihan.

D.A.P at 2:56pm March14
terserah mau golput atau tidak....yang utama, kalo milih jangan pilih ***...pilih yang lain aja.

N.H at 3:07pm March 14
jangan ga pilih kan maksudnyaaaa !
ah deni bisa ajah

D.A.P at 3:09pm March 14
jangan pilih ***...pilih yang lain aja

Nestri Doanks at 3:31 pm March 14 via Facebook Mobile
ada apa ama ***??

Golput itu emang pilihan, tp bukan pilihan cerdas, mw golput? it's okay, tapi jgn mengeluh di kala ada kebijakan pemerintah yg dianggap gak sreg karena ini, itu, en lain2 sebagainya...
kenapa??
karna bangsa ini gak butuh pengeluh yg cuma bisa ngomong, protes, or something like that, tapi dia sama sekali gak peduli sama bangsa nya...
Karna Golput itu cerminan ketidakpedulian kita akan nasib bangsa, kawan! en jgn beralasan kalau golput dijadikan pilihan karna calon nya gak ada yg bener, semua nya gak berkompeten, bla bla bla...
karna pertama, hanya Dia lah yg Maha tahu hati hambaNya, kedua, kalaupun para calon2 pemimpin itu gak ada yg bener, pilihlah yg paling benar diantara yg gak bener itu...it's so simple, right??

Jadilah manusia yg cerdas!! ingatlah bahwa Allah sudah mengaruniakan akal pada kita…(:

D.A.P at 3:33pm March 14
wah,,,,ada tausiyah....bosen gw dengernya...

D.A.P at 3:37pm March 14
gw mu milih ntar...hhmmm...nomor berapa yah??? tp ga mau yang ***** ***** ah,,,,,piss

N.H at 3:59pm March 14
kalo bosen denger tausyiah ngasih tausyiah ajah hehehe
pisss ah......

N.H at 4:03pm March 14
good job, two thumbs up 4 nestri

T.H at 5:25pm March 14 via Facebook Mobile
@nestri: yg saya tau, bukan golput sja yg mengeluh, tetapi kadang orang yg sudah memilih pilihannya banyak yg kecewa akan pilihannya coz tidak sesuai dengan janji2 yg diucapkan, golput memang benar pilihan yg tidak cerdas & tdk peduli, tpi hargailah hak2 mereka, skarang jamannya money politik kadang suara bisa diperjual belikan, qt berharap smoga pemimpin qt, pemimpin yg adil & baik bwt bngsa indonesia.

I.B at 5:44pm March 14
@ semuanya.

Seandainya para pemimpin kita cerdas dan memiliki moral maupun etika sosial yg tinggi, dengan mengutamakan kepentingan rakyat, yg namanya korupsi ga bakal ada. Trus, Korupsi ini dah jd budaya di RI. Dari dulu ga da cara yg kongkrit buat menuntaskannya, mulai dari menaikkan gaji sampai tunjangan ataupun Membentuk KPK, ternyata bukannya berkurang malah semakin kronis.

Menurut saya korupsi harus diberantas dengan hukuman mati atau potong tangan ga peduli siapapun yg melakukannya. Karena ga da hukum yg lebih Baik drpd Hukum dalam Al-Quran.

Penjara, percuma masih bisa makan n tidur enak, malah bisa sambil jual narkoba, lha sipirnya jg korupsi. Coba hukum mati, mo korupsi malaikat...!!!!!^^

I Love Golput...........
there no justice in the world
There never was.

NB: Klo para Caleg and Pemerintah menyetujui hukuman qisas, saya ga akan Golput Lg. Tp klo ga di rubah tuh hukum, saya tetep Golput selamanya. ^^

D.A.P at 8:08pm March 14
bagus mambo....gw dukung lu...daripada kita dimanfaatin cuma buat kekuasaan di tangan orang yang ga jelas (suka ngadu domba n ngejelekin orang yang ga sejalan dengan partainya lagi....ngomong di belakang doang beraninya alias banci)....

N.H at 9:07pm March 14
@D.A.P: curhat nih yeeeee

I.B at 9:34pm March 14
hahaha,,, D.A.P knp???

D.A.P at 7:02am March 15
hahahah....gw curhat??? nggak lagi...gw cuma ngomongin kenyataan aja.
buka tuh mata dan telinga kalian! pasti tau yang jelek dan buruk...jangan cuma ikut2an aja...

A.F.G at 9:28am March 15
tak kan ada partai yang menang di pemilu mendatang. Kalaupun ada paling partai go....

A.F.G at 9:28am March 15
partai gol...

A.F.G at 9:28am March 15
partai golput

T.H at 10:19am March 15 via Facebook Mobile
Mending qt ramai2 mendirikan partai golput aja yaa??
Pasti menang..

D.A.P at 10:58am March 15
hahaha...kasian yang pro partai...dibantai gini...ini udah menandakan bahwa masyarakat kita sudah tidak percaya dengan partai yang cuma mengumbar janji serta pemimpin yang cuma menginginkan seonggok kekuasaan semu....percuma saja bertamengkan kebaikan, tetapi sebenarnya busuk!

T.H at 12:11pm March 15 via Facebook Mobile
@>D.A.P: tenang broo Calm, jng pake perasa'an N emosi akh...

PiZz markopiZz broo.. ^_^v.

N.H at 5:48pm March 15
percaya deh di balik kegelapan pasti akan segera datang cahaya....
kalo kita ga bergerak menuju cahaya itu jangan salahkan orang lain kalo negara kita cuma kaya gini2 aja....
So Bangkit,,,,, Harapan Itu masih Ada....

N.H at 5:54pm March 15
memang topik yang pas untuk di angkat,,, thanks to GOLPUT dah bikin FB ku jd sedikit rameeeee hehehehe,,,

D.K.W at 6:58am March 16
mang biasanya sepi ya,,,
kasian banget deh teteh,,
akuw pilih diriku sendiri,,hahahahah
iya bukan jamannya
kan udah di haramin MUI,,,
selamat memilih!!!!

Nestri Doanks at 7:07am March 17
wah ns3 senang karna semua mengutarakan pemikirannya....(:
tapi masalahnya...berpikirkah kita??
bingung dengan calon2 pemimpin yang gak ada yang bener?? Bagus. Karena berarti anda berpikir.

Ns3 bukan siapa2, dan ns3 masih bingung apa yang bisa ns3 lakukan dalam hidup Ns3 yang berharga ini (ingat! hidup itu berharga karena terbatas), dan yang Ns3 tau...hidup itu butuh tujuan!! untuk apa sebenarnya hidup kita???? tuk jadi seonggok sampahkah?? atau tak lebih dari sekedar pencampuran antara ovum dan sperma??

atau.............kita dilahirkan tuk jadi orang besar??

kitalah yang menentukan....(:

hidup ini terlalu indah untuk disia2kan....u know why??
karna dengan menghargai hidup, maka kita menghargai penciptaNya....dan insy4wi sebuah keindahan hakiki kan menanti kita kelak karnanya.....

rencanakanlah hidup kita, dan berpikirlah...^^

Nestri Doanks at 7:16am March 17
dan ini pemilu pertama bagi Ns3!!, Ns3 mau mencoba melakukan 'sesuatu'…menyuarakan suara Ns3!!
Gak masalah walaupun lagi-lagi dikecewakan, Ns3 yakin masih ada manusia berhati mulia di luar sana, karna Ns3 banyak menemukan orang-orang luar biasa disekeliling Ns3...

gak ada jaminan memang, kalau masih ada orang seperti itu diantara calon pemimpin kita...dan Ns3 akan mencari tau, dan terus mencari tau sampai tiba waktunya nanti tuk memilih, mencari...dan mencari...siapa yang cukup pantas diamanahkan beban berat ini...

jangan pernah menghidari sesuatu hanya karena takut akan resikonya!! Sebuah ketakutan itu hanya dapat dikalahkan melalui sebuah TINDAKAN!!

hidup itu ada untuk dijalani....dan hidup itu kurang lebih adalah untuk menunggu kematian......lantas??? Apa kita mau meninggal dengan sia2?? Tanpa melakukan apa-apa???

Tentukan pilihan.
Lakukan sesuatu yang bisa kita lakukan dengan segala keterbatasan kita ini...(:

Nestri Doanks at 7:21am March 17
@I.B
Ns3 gak tau apa bener "there no justice in the world" sehingga "There never was",,
tapi Ns3 yakin kalau "There will be"!!!, karna kalaupun keadilan gak bisa ditegakkin di sini....tapi pasti ada hukum yang Maha Adil kelak...(:,

tenang dan takutlah karnanya...

A.F at 12:05pm March 17
Bismillahirrohmanirrohim..
.
Brdasarkan survei, kebanyakan manusia cenderung tertarik pada kabar2 negatif tentang dunia. jadi jangan heran kalo semakin banyak orang yang putus asa.
Perlu diingat kita masih punya Al-Qur'an. Itulah satu2nya cahaya yang sampai akhir zaman dijamin sinarnya ga akan pernah padam.
Orang yang masih punya harapan terhadap nikmat Allah termasuk bangsa ini, yakin deh semangatnya ga akan pernah padam. Karena satu yang dia yakini bahwa ada kekuatan yang lebih besar dibalik cobaan yang datang, yaitu kekuatan Allah. Dia ga' berjuang sendiri, tapi bersama Allah. Allah yang Maha Adil ga akan membiarkan ketidakadilan di dunia ini.
Kalau keburukan di depan mata hanya dihadapi dengan berdiam diri, sampai kapan kita terus mengabaikan nikmat Allah dan membiarkan orang2 yang tidak bertanggung jawab itu menghancurkan amanah yang Allah kasih buat kita? Banyak kesempatan yang bisa kita lakukan.
Hati-hati dengan emosi ukhti n akhi...karena nafsu amarah bisa menutupi mata hati.

A.F at 12:10pm March 17
Wasta'inu bishobri wassholah (Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat) insyaAllah dengan ikhtiar kita yang maksimal Hukum Islam akan tegak di Indonesia, bahkan di dunia. Bukan begitu akh I.B? InsyaAllah orang2 yang waktunya diisi dengan memikirkan umat maka Syurga adalah ganjarannya. Siapa yang ga mau coba?..(^^)

--------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya cukup terpana dengan pemikiran beberapa orang yang masih menjadikan GolPut sebagai pilihannya, tapi yang pasti itu bukan saya.
Saya akan memilih.
Saya akan berpikir.
Dan saya akan tetap memilih.
InsyaAllah…(:

Bagaimana denganmu, kawan??

[+/-] Selengkapnya...